Pertemuan, Petualangan dan Perpisahan tiga mahasiswa hebat pembuat onar
Judul : Novel 1 : SELENA
Novel 2 :
NEBULA
Penulis
: Tere Liye
Tahun Terbit : 2020
Tebal : Novel 1 : 368 hal.
Novel 2 :376 hal.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Perensensi : Yola Dwi Nina Rahayu
Selena dan Nebula merupan novel lanjutan dari novel seris Bumi oleh
Tere Liye. Ia berisi tentang pengalaman hidup yang di lalui salah satu karakter
penting di series ini, kunci dari salah satu pertanyaan penting, pengintai
nomer satu yang sangatlah pintar menyamar selama ini, menyimpan dengan rapat rahasia
besar selama berbelas-belas tahun, bersembunyi dari masa lalu dan punya tugas
berat sebagai tuaian atas kesalahannya di masa lalu. Karakter itu adalah miss
Selena, si miss keriting, guru matematika di sekolah Raib, seli dan Ali, yang
juga ternyata adalah pengintai hebat dari klan Bulan, dan menjadi salah satu
pasukan penting untuk menjaga keseimbangan dunia paralel dari ambisi2 gelap
para pemilik kekuatan.
Miss Selena mencoba untuk menghubungi Ali dari
klan jauh tak terdeteksi dan dengan keadaan yang terbatas ia menceritakan masa
kuliahnya di Sekolah Bayangan Tingkat Tinggi, sebuah sekolah yang memberikan
pengalaman berharga untuk Miss Selena; bagaimana ia akhirnya bisa masuk ke
sekolah elit itu walaupun ia tak pernah sekolah sebelumnya dan gagal di tes
ketiga. Dan akhirnya bertemu dengan 2 karakter lain yang merupakan Harta karun
berharga bagi seorang calon Pengintai hebat, yaitu Sahabat-sahabat sejati. Tapi
tentu, mereka bukanlah mahasiswa biasa. Mereka penuh dengan keingin tahuan,
disiplin, dan salah satu dari sahabatnya merupakan keturunan spesial, keturunan
murni-- Putri Bulan. Bersama-sama mereka melakukan petualangan yang hebat dan
tak terduga hingga petualangan ke klan Nebula, sebuah klan yang kehidupannya
sangat sederhana, sampai sebuah ambisi menghancurkannya. Yang pada akhirnya
kisah ini menjadi jawaban terang atas pertanyaan besar selama ini.
Kedua novel ini disajikan secara runtut, dan
hampir secara keseluruhan cerita menggunakan alur maju. Penggunaan katanya,
sangat unik dan menggelikan- seperti nama-nama karakternya yang aneh karena
hanya terdiri dari dua huruf seperti Am, Um, Em, Om, dan IM dan pemilihan kata
untuk nama klub bola terbang misalnya diambil dari nama klub bola yang kita
kenal PERSIB jadi PARSIB, PERSIJA jadi PERSAJI, klub boyband ECHO yang kalian
tahu kan ini terinspirasi dari nama grup boyband apa. Penulis menggambarkan suasana
nya secara detail dari kejadian sekitar kita, namun di bumbui dengan cukup imajinatif;
seperti sesuatu yang bisa terbang, bentuknya bulat, bersayap, dan sebagainya. Pemilihan
kata-kata inilah menjadi salah satu ikonik keunikan dari novel ini.
Pemilihan katanya benar-benar akan mudah dipahami
oleh sasaran usia pembacanya. Ceritanyapun penuh dengan contoh-contoh kehidupan
sosial dan nilai-nilai sosial, yang bagi pembaca yang merupakan pembaca di usia
remaja atau anak-anak dapat belajar nilai-nilai yang digambarkan dicerita. Seperti
persahabatan, mimpi serta kesederhanaan. Dari sisi bentuk fisik bukunya: yang
sudah baca buku novel series ini dari awal; Bumi,
Bulan, Matahari, Bintang dan seterusnya; tentu sudah tahu bahwa gambar atau
ilustrasi di cover buku mewakili tempat, karakter yang ada di cerita dengan
tampilan yang sedikit abstrak namun unik. Sehingga novel-novel ini sangat cocok
untuk anak-anak dan remaja. Bukan hanya berisi nilai-nilai sosial yang dapat
dipetik, banyak ilmu-ilmu pengetahuna modern yang sangat menarik bagi anak-anak
dan remaja pada saat ini.
Namun sayangnya, bagi yang merupakan pembaca
berusia tidak remaja lagi alias sudah dewasa, akan merasa ceritanya
bertele-tele. Seperti halnya Ali yang
dapat menebak kelanjutan hubungan Mata dan Tazk (dua karakter penting di kedua
Novel ini), namun itu pula lah yang di tekan kan penulis bahwa dia tahu dan terlihat sengaja membuat ini
bertele- tele supaya pembacanya ingin tahu kelanjutan cerita sesungguhnya tanpa
menduga-duga dan terus melanjutkan membaca, sebuah style yang khas sekali dari penulis ini. Selain itu ada satu dua
typo yang di temukan, tapi itu angka yang sangat kecil, masih bisa di maklumi,
cuman dua kata yang ditemukan. Namun, sangat disayakan untuk Aq di novel ini,
bukan karena sifatnya di novel ini tapi karena namanya. Kemungkinan pembaca
yang mayoritas adalah remaja harus berulang kali mengulang membaca karena keseringan
membacanya “aku” bukan Aq saja. Seharusnya bang Tere namai saja ia Au, karena
ia merupakan salah satu kontruktor yang kemungkinan sering tertimpa bebatuan
kecil di lorong-lorong proyek bawah tanah atau tak sengaja tertabrak alat berat
karena disana tiba-tiba mati lampu. Benar, ini bukan hanya bercerita kehidupan
perkuliahan di klan Bulan tapi juga mengenai kehidupan keseharian warganya,
termasuk kontraktor.
Intinya novel ini sangat direkomendasikan
bagi semua kalangan, karena banyak nilai-nilai sosial, pengetahuan serta
hiburan yang sangat menggelikan. Secerdas apapun kita pasti akan melewatkan
satu dua nilai penting dalam hidup, novel ini, sungguh mengingatkan dengan cara
sederhana. Pembaca akan merasakan pengalaman seru yang di tuangkan penulis
didalamnya, tanpa terasa akan sampai di halaman terakhir dan akan rela menunggu
untuk kelanjutan petualangan para petualang dunia paralel untuk menyelamatkannya
dari ambisi-ambisi si pemilik kekuatan. Selamat
membaca.

Komentar
Posting Komentar