Bismillah, upload ah
Cukup abstrak untuk mengukur sesuatu “itu” lebih
baik dari “ini”
Anyway, kenapa aku tiba2 juga punya abstrak judul kayak di
atas? Karena aku baru aja nonton satu video di buka lapak,
Sebelum ke intinya, yaa satu hal lagi yang dapat gue tarik
kata-kata bagusnya, kamu ga perlu menghindar yang membuatmu patah hati serta
malu, tak perlu malu dengan perasaanmu, terima saja, kamu ditolak? Terus apa?
Mau putus hubungan sama dia, sudahlah, walau kau tak mungkin bersama,
setidaknya, kau terhubung dengan satu orang lain di dunia ini, karena dia tahu
perasaanmu, setidaknya lagi, satu orang jadi tahu ceritamu, kau benar-benar tak
sendiri,
Well, mengenai video itu tadi, yaa begitulah, uwe lupa lagi
mau mulai ceritanya dari mana,
Memang menulis itu tak semudah itu, uwe bingung mulai dari
mana,
Short story, video tadi yang aku tonton itu, dia nyaranin
untuk terconnect dengan orang lain,
Om li, om nya dia, nyaranin, dari 10%-15% pendapatan kita
buat traktir orang-orang yang kita piker lebih kaya dari kita, lebih pintar
dari kita,
Kesempatan ter konek itu yang harus kita build selalu,
karena nasihat om nya itu pula lah ia akhirnya bikin poadcast 30 days of lunch,
yang mana ini itu berisi obrolan dengan orang-orang hebat yang dia traktir
juga.
Nah, coba lah diriku untuk cari channel dia di spotify, yang
mana, akhir-akhir ini juga aku suka sekali denger poadcast di spotify, karena
kebiasaan baru aku ini jugalah, buat aku langsung cari, karena memang menarik,
isi sharing-sharing dia di video itu yang aku tonton itu juga menarik soalnya,
jadilah aku search “30 days of lunch”. Dengerlah diriku 1 poadcast, di poadcast
itu cerita tentang (anyway, aku lagi sambil ngerjain deadline soal-soal
semester loh ini, jadi malah ga konsen lagi mau nulis lagii)
Singkat cerita pokoknya, hidup itu misteri sekali, di satu
sisi menarik sekali jika kita mencoba untuk mendengarkan, dan semua kesulitan
itu sebenarnya ya mesti dilewatin, dihadapin, jangan ditakutin. Terutama mesti
disyukuri.
Sebenarnya ini juga ada kaitannya dengan sahabatku yang baru
beberapa hari aku kunjungi, melihat kehidupannya sekarang, banyak sekali
membuat mataku terbuka, manusia itu memang banyak sekali rupanya, tentu saja
kita bisa menilai orang ini baik, orang itu sebaliknya, tapi apa iya, kita
berbeda dari orang lain nya, manusia lainnya itu artinya kita lebih baik atau
sebaliknya. Manusia itu juga beda-beda sekali mengutarakan kebahagiaan,
kesedihan, cinta, benci, dan perasaan lainnya.
Baiklah, mungkin sampai sini saja, walau aku tahu, tulisanku
pun masih abstrak, setidaknya aku menyelesaikannya. Aku mencintainya, diriku.
Komentar
Posting Komentar