Minggu Bermanfaat : Ketemu Tere Liye

            Sebenarnya aku itu tipe orang yang nggak terbiasa menceritakan apa yang terjadi di hari-hariku, ya flat jauh dari bergebuh2 dalam bercerita tapi ini salah satu hari yang sangat aku tak sangka-sangka akan kejadian, yup ketemu salah satu idola, bang tere liye.
            Ceritanya itu dari sekitar 1-2 minggu lalu yang waktu itu kalo nggak salah malam hari, ketika lagi asyik-asyiknya main hp nih iseng aja buka fb, terus buka deh fanpagenya tere liye karena kalo buka fb mah tere liye postingan jadi salah satu alasan buka fb. Ya udah buka, abis itu kebuka juga postingan fotonya dia, dengan perasaan percaya atau nggak ada 1 postingan fotonya abis aku lihat berkali2 kok ada lambang unja ya, nggak salah kan, iya bener unja, mataku nih yang dah besar tambah melotot beneran lambang unja, tere liya mau ke jambi, ke unja. Aku yang awalnya lagi tiduran langsung terduduk karena sangking kaget plus senengnya, beneran!! Tere liye bener2 mau ke jambi, langsung ku screen shoot terus kirim ke sahabat aku yang kebetulan juga mengidolakan penulis yang ternyata wong kite ini, wong Sumatra. Aku yang sudah hampir 2 minggu nggak ke kampus karena ya I lost my motivation to go campus malam itu juga memutuskan untuk pergi ke kampus besoknya hanya untuk beli tiket seminar itu.
            Bla bla bla, tiba lah hari itu, hari ini, hari ketemu bang Tere liyenya. Pagi-pagi dah dari rumah, hari minggu ini yang biasanya hari males2an dan hari mengurung diri menikmati kesendirian dirumah, jadi hari yang unforgotable . Acaranya ya seperti biasa mulai jam 8 ada pembukaan, penampilan dan lain-lain. Btw, acara ini diselenggarakan oleh program studi kimia, menurut aku mereka itu cukup niat buat sebuah event, salah satu contoh lah kalo ngomongin kreatifitas mahasiswa unja. Back to the story, ya tentu aja bang tere yang jadi special narasumbernya nggak disuruh tampil diawal dia mulai seminarnya jam sebelas siang which is that the end of schedules of that event.
            Ngomongin tentang kesan nih ketemu dia, ya dari waktu awal sampe balairung aja, tere liye aja yang disebut2 sudah pasti senyum lebar yang terpancar di wajah ketika giliran dia yang akan ngisi seminarnya. Kesannya nggak mau mengenai fisik ya, it’s unnecessary, really. Dia itu langsung bikin suasana mood aku beda banget sama pembicara sebelumnya. Awalnya dia langsung memberi salam dan langsung turun kebawah. Bener-bener bikin ngantuk hilang, gini ya rasanya ketemu orang yang kita idolakan. Apa yang dia omongin, yup tentu saja sesuai tema seminar itu yang mengharapkan para generasi muda bisa menjadi pemuda yang kreatif dan berintelektual intinya. Sama dengan sylenya dalam menulis, caranya menyampaikan seminarnya pun sungguh sangat menarik, nggak muluk2, dengan style belaiu yang menurutku orang melayu banget bikin sesuatu yang simple jadi sangat tak terlupakan dan berkesan. Berceritalah dia awal mula berkarir di dunia kepenulisan, suka dukanya yang katanya nih nggak ada enak2nya i know it’s just a joke, but I like his that down-to-earth words, dia bilang dia tetep mesti bayar pesawat meski doi sudah jadi penulis terkenal, tetep nggak dikasih tiket kerete gratis walaupun sudah banyak novel yang ditulis. Tentu saja dia ngasih satu dua kalimat yang cukup membekas dihati hari ini. Tanamlah pohonmu hari ini, kalo kau tundanya besok hari kau juga akan menunda untuk menikmati lebatnya pohonmu. Yup, lagi2 ini bukan karena kata2nya bagus ini karena dia menyantumkan satu dua cerita yang bikin kata2 itu tak hanya bisa masuk kuping kanan keluar kuping kiri, karena lagi2 aku adalah tipe orang yang akan lebih tertarik ke sebuah motivasi yang berbentuk cerita (dikemas dengan jujur) daripada dalam bentuk kata-kata langsung yang memaksa kita untuk paham tanpa ada mikir dulu dan belajar. Sekitar 1 jam seminarnya, dan yang paling berkesan lagi dia dengan senang hati mau membagi waktunya buat bisa tanda tangani buku2 yang kami bawa.
            Seneng banget dong ya, dikasih kesempatan buat bertatap langsung bisa ngomong satu dua kata dengan orang yang kita anggap luar biasa. Kayaknya, kalo ngantri sampai keluar balairung pun nggak apa2 juga aku ngantri buat ketemu tere liye. Pas giliran nih, aku kira nggak bakal bisa ngobrol walaupun sebentar, ternyata ditanyain sama dia. Kamu sdh baca berapa novel saya? Aku bilang 9 dong, bukan spontan karena sudah aku hitung jauh2 hari berapa novel yang aku sudah baca, karena sudah berharap bisa ditanya gitu. Terus dia Tanya lagi kamu paling suka novel apa? Sebenarnya semua novel yang aku sudah baca aku suka semuanya, cuman aku sedikit spontan aja bilang “daun yang jatuh tak pernah membenci angin” kalian tahu apa reaksinya, heee heee heee (bukan tertawa ini) reaksi heran., terus nih dia tanya lagi,menurut kamu endingnya happy atau nggak, aku yang memang punya pemikiran sendiri nih atas ending yang menurut sahabat aku yang udah baca juga agak mengecewakan endingnya katanya, tapi menurut aku nggak, time is gone, danar sudah tak punya waktunya, dia sudah memilih, tante Ratna sudah terlanjur hamil anaknya, anaknya lebih butuh cinta itu dari pada Tania. Aku nggak tahu apa maksud reaksinya itu, apa karena orang yang suka novel itu nggak banyak karena endingnya itu, i don’t know. Sebenarnya masih mau lebih banyak ngobrol sama beliau terutama tentang cerita2 karangan beliau, karena ketika cerita tentang novelnya bisa berubah banget aku yang awalnya males ngomongin sesuatu jadi exciting banget, terbayang dong kalo berbagi ceritanya sama yang nulis. Huaa intinya aku bersyukur banget bisa deh bisa ke event ini, semoga aja nanti pas Juni bisa ketemu lagi, dan bisa ada rezeki buat beli novel2 beliau yang lumayan banget dikantong aku. But, I think dia pantas dapet segitu (harga bukunya segitu), dia mah nggak pernah main2 pas nulis. Kalo kalian pernah baca pasti setuju kalo novelnya itu sungguh informatif kan? Ya beliau melakukan riset buat nulis, nggak tanggung2 sekitar 2 tahun riset buat novel “rindu”nya.
            Yang dapat dipetik dari cerita ini adalah sebenarnya dunia ini belum bener2 gila kok, kita masih bisa mengidolakan orang-orang baik, karena mereka masih ada. Dunia ini itu nggak penuh sama orang2 yang viral sampe sekarang bingung faedah dia viralnya dimana.
Thanks for reading J

Sorry kalo ceritanya disusun kurang menarik

Komentar