Temanku...

Dia seorang wanita tentu saja,
Dia sedang diantara kuatnya angin kehidupan,
Dia telah kehilangan, cinta sejatinya, cinta sejati yang semua orang punya,
Dia masih berjalan  melewati tiupan angin hidup ini,
Namun tangannya tak lagi menggenggam, tak lagi digenggam oleh salah satu tangan manusia terhebat, orang terhebat yang semua orang punya,
Dia terlihat menyedihkan,
Dia terlihat rapuh tanpa lukisan senyum orang itu,
Benar benar hanya terlihat
Tapi kehidupanku lebih menyedihkan,
Tiupan angin yang aku bisa hirup udaranya saja sudah bikin kaki gemetar,
Padahal, tanganku masih merasakan genggaman orang yang menjadikanku tujuan hidupnya, orang itu masih tersenyum sambil merangkak menelusuri jalan,
Kerutan ujung bibir senyumnya pun masih bisa tergambar dengan jelas karena baru saja dia lakukan,
Temanku,
Allah bersama kita,
Terima kasih telah membuatku sadar karena pilihan jalanmu...

Komentar